Jakarta Maret 2020- Mengenal sosok Tjahjo Kumolo selama ini menurut saya tidak banyak perubahan. Perkenalan awal disaat Mas Tjahjo terplih Ketua KNPI Jawa Tengah hingga menjadi Sekjen DPP KNPI  sampai dengan saat ini tidaklah banyak mengejutkan. Sebenarnya orangnya pendiam tetapi terbuka dan kadang keterbukaan tanpa rem, apa adanya, mau bergaul dengan semua elemen masyarakat tanpa membedakan baik dengan teman-teman seprofesi dipartai politik maupun dengan rekan-rekan wartawan.  Pasang surut dalam menemani tugas-tugas yang diembannya hingga kini, saya merasa dirinya begitu memiliki peran penting dalam hidup saya. Lewat tulisan ini, saya ingin sekali mengapresiasi perannya dan atas kesempatan-kesempatan dan juga waktu yang telah diluangkan untuk selalu menjadi dekat bersahabat.

Tjahjo Kumolo dilahirkan di kota Solo, ayahnya Bambang Soebandiono (alm.1986) seorang veteran pejuang dan anggotaTNI/Polri dan ibunya juga seorang aktivis organisasi kewanitaan PERWARI. Sejak duduk di SD dan SMP aktif sebagai anggota Pramuka dan saat SMA aktif sebagai anggota organisasi kepemudaan saat itu hingga saat mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro lebih banyak waktunya dihabiskan dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan kepemudaan di kota Semarang dan Jawa Tengah.

Pada saat menjadi Sekjen DPP KNPI hingga Ketua Umum DPP KNPI serta anggota DPR RI periode 1987 sampai dengan 2014 dari daerah pemilihan Jawa Tengah, karier politik Tjahjo Kumolo dalam kancah perpolitikan nasional semakin berkembang. Yang saya catat tentang beliau dan saya sering menemani adalah kebiasaan untuk menyendiri (bahasa Jawa “tirakat”), sebagai umat Islam, Tjahjo Kumolo selalu mencari mesjid besar maupun mesjid kecil yang bersejarah diberbagai kota dan selalu menyempatkan untuk tidur semalam minimal sholat dan juga  berziarah ke tempat walisongo dan tokoh-tokoh bangsa pada masa dahulu sambil mendoakan dan tirakat. Uniknya, tirakat tersebut sering dilakukan pada malam hari.  Kebiasaan ini menjadikan dirinya dijuluki the man after midnight, karena seringnya tidur larut malam namun di pagi hari sudah beraktifitas lagi.

Selama berkarier sebagai anggota DPR RI pernah menduduki berbagai jabatan, mulai dari Wakil Sekretaris Fraksi, Sekretaris Fraksi sampai dengan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI diembannya selama kurun waktu 11 tahun. Sebagaian besar waktunya mendalami di Komisi I DPR RI.

Sebagai anggota PDI Perjuangan, aktifitas Tjahjo Kumolo diawali sebagai sekretaris pribadi Dr. (HC) H. Muhammad Taufiq Kiemas selama 7 tahun. Kemudian karier di PDI Perjuangan diawali mulai menjadi Direktur SDM dan diberbagai kegiatan partai sebagai Ketua OC RAKERNAS dan KONGRES PDI Perjuangan hingga akhirnya dipercaya oleh Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai Sekjen PDI Perjuangan merangkap Ketua Fraksi DPR hingga ditugaskan sebagai MENDAGRI dan MENPANRB sebagai Pembantu Presiden Bapak Jokowi. Pada PILPRES 2014 didapuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Pasangan Jokowi-JK hingga akhirnya sebagai kader dan petugas partai dipercaya untuk menjadi pembantu Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kala sebagai Menteri Dalam Negeri/Kepala BNPP/Plt. Menkumham dan Wakil Ketua KOMPOLNAS RI. Dan di tahun 2019, oleh PDI Perjuangan dan Presiden Joko Widodo ditugaskan untuk menjadi Pembantu Presiden sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dalam Kabinet Indonesia Maju bersama Wakil Presiden Prof. Dr. (H.C.) K. H. Ma’ruf Amin.

Suatu kehormatan bagi seorang Tjahjo Kumolo diberi tugas sebagai Menteri PANRB yang secara langsung mengawal suksesnya visi misi Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden K. H. Ma’ruf Amin yaitu Reformasi Birokrasi yang merupakan salah satu skala prioritas dalam Program Kerja Kabinet Indonesia Maju. Semoga kepercayaan Presiden Joko Widodo maupun penugasan partai dapat dilaksanakan oleh Mas Tjahjo Kumolo dengan penuh tanggungjawab dalam mengemban amanah ini, khususnya melaksanakan tugas mensukseskan visi misi Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden K. H. Ma’ruf Amin.

Perjalanan karier politiknya hingga menjadi anggota Kabinet, tentu saja diawali dari kerja kerasnya, ketekunannya dan tanggungjawabnya dalam mengemban setiap tugas organisasi dari bawah, mulai dari pengurus biro KNPI Jawa Tengah sampai Ketua DPD KNPI Jawa Tengah dan di tingkat Nasional dimulai dari Sekretaris Jenderal DPP KNPI sampai Ketua Umum DPP KNPI maupun pernah aktif mengemban tugas sebagai Sekretaris MKGR Jawa Tengah, Wakil Ketua AMPI Jawa Tengah, Anggota Pemuda Pancasila, Ketua Pusat Pemuda Panca Marga dan Penasehat FKPPI.

Dalam berbagai kesempatan sendau gurau maupun diskusi, Mas Tjahjo selalu saja menceritakan dan mengingat nama-nama tokoh Jawa Tengah seperti Pak Soepardjo Rustam dan Pak Ismail (mantan Gubernur Jawa Tengah). Kemudian Pak Harsudiono Hartas (mantan Pangdam Diponegoro), Pak Soeparto (mantan Wagub Jawa tengah), Pak Soekorahardjo (Mantan Ketua DPRD Jawa Tengah), Nurhadi Ahmad (mantan Ketua KNPI Jateng) dan seluruh senior-senior partai dan ormas yang selalu mendukung dan mendorong sosok Mas Tjahjo hingga akhirnya berkiprah di tingkat nasional.

Hingga sekarang ini diberbagai kesempatan peran Tjahjo Kumolo ditingkat politik nasional selalu bersinggungan dengan banyak tokoh-tokoh nasional seperti Bpk.Taufiq Kiemas (mantan Ketua MPR), Ibu Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDI Perjuangan), Bpk. Try Sutrisno (mantan Wapres), Bpk Soekarton (Mantan Jaksa Agung), Ibu Sulasikin Murpratomo (Mantan Wakil Ketua DPA), Mbak Tutut Hardiyanti Rukmana, Mayjen TNI (Purn) R.H Sugandi (pendiri MKGR) dan banyak tokoh-tokoh pemuda nasional lainnya seperti Mbak Puan Maharani, Alex Litaay, Suparlan, Pramono Anung, Mas Japto Soerjosoemarno, Adi Taher, Didit Haryadi, Mangara Siahaan, Abdul Gafur, Indra Bambang Oetoyo, Sukoco Said, Irwan Sukarja, Suryo Susilo, Kristiya Kartika dan banyak tokoh-tokoh pemuda nasional lainnya serta para tokoh senior wartawan yang selalu memberi saran dan kritik mendukung suksesnya Tjahjo Kumolo pada saat berkiprah dalam dunia kepemudaan dan dunia politik dikancah nasional sampai sekarang ini.

Kelebihan Tjahjo Kumolo adalah selalu mendengar masukan, saran dan kritik. Catatan dan pengamatan saya, Mas Tjahjo orangnya terlalu terbuka dalam berbagai pernyataannya. Terkadang saya memberanikan diri untuk mengerem dengan bahasa jawa yaitu “Mas, mbok jangan kebanteren” (Ind. Jangan terlalu keras dan terbuka). Biasanya hanya senyuman saja jawabannya. Padahal statement atau pernyataan tersebut bisa saja dapat menguntungkan dan merugikan secara opini, tetapi oleh Mas Tjahjo tidak menjadi prinsip.  Yang jelas,  pernyataan dan statement serta sikap politik selama ini dipertanggungjawabkannya, bahkan tidak segan-segan menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pernyataan tersebut menyinggung pribadi. Yang saya catat, Tjahjo Kumolo terbuka 24 jam untuk teman-teman dan khususnya teman wartawan dan mas Tjahjo menyadari bahwa dukungan wartawanlah kepopuleran Tjahjo hingga saat ini dan tanpa terasa tahun 2020 ini tercatat sudah 38 tahun kiprah Tjahjo Kumolo dalam aktifis politik sampai ke pemerintahan.

Menurutnya, karier yang berawal dari politisi dan aktivis, akan tetap dijalaninya hingga akhir hayatnya baik dalam tugas yang mempunyai jabatan resmi atau tidak mempunyai jabatan politis. Selamat Berjuang dan Selamat Bertugas Mas Tjahjo Kumolo, Semoga Allah S.W.T. selalu memberikan kebaikan kepadamu. Terima kasih untuk waktu dan kesempatan yang sudah diberikan. (artantoprastowo)

BacaJuga:Tjahjo Kumolo, S.H.