JAKARTA– Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengajak para ASN untuk tetap semangat dan fokus dalam peningkatan kinerja di tahun 2021. “Tahun baru dengan semangat baru dalam pencapaian kinerja, meskipun di tengah pandemi Covid-19,” ujar Menteri Tjahjo, Kamis (31/12). “Saya ucapkan Selamat Tahun Baru 2021 bagi ASN dimanapun bertugas dan keluarga serta masyarakat. Mari wujudkan semangat baru ASN dalam pelayanan publik dan kinerja pemerintah yang semakin kreatif, optimis dan produktif. Semoga seluruh ASN tetap sehat, dan kuat serta menjadi teladan penerapan protokol kesehatan yang benar,” lanjut Menteri Tjahjo.

Sesuai visi Presiden RI dalam pembangunan SDM dan penyederhanaan birokrasi, kecepatan melayani dan pemberian izin bagi pelaku usaha adalah hal yang utama. Hal ini tentunya akan mendorong peningkatan ekonomi Indonesia yang menurun ditengah pandemi Covid ini.

Kementerian PANRB terus berusaha mewujudkan birokrasi yang dinamis dan berkelas dunia. Untuk itu, Menteri Tjahjo meminta seluruh pegawai pemerintah di pusat dan daerah agar menghilangkan pola pikir linier, monoton, dan keluar dari zona nyaman dengan membuat terobosan-terobosan baru yang inovatif.

Tahun 2021 akan penuh tantangan sehingga ASN/pegawai pemerintah harus adaptif menyikapi perubahan, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi menuju transformasi digital pemerintahan.

Nasihat bijak dari Menpan RB, Tjahjo Kumolo, di awal tahun 2021. “Aparatur Sipil Negara harus melawan zona nyaman”. Apa artinya? Kalau ASN tetap berada pada zona nyaman, maka mereka melakukan pekerjaan dengan cara dan ritme yang sama, tanpa melakukan inovasi. Akibatnya hasilnya ya pasti sama. Albert Einstein berkata “Hanya orang gila yang mengharapkan hasil yang berbeda, kalau cara yang kita lakukan selalu sama.”

Ilustrasinya sederhana. Seseorang yang hanya memecahkan telur mentah dan meletakkannya di penggorengan, ya hasilnya pasti telor mata sapi. Semakin lama memang semakin mahir, sehingga bentuk mata sapinya bagus, tetapi tetap telor mata sapi, selama caranya tidak diubah. “Ndak bakalan jadi omelet. Kalau mau jadi omelet, ya caranya kudu diubah. Telur mentah harus dikocok terlebih dahulu, diberi tambahan keju, tomat, irisan daging, baru dimasukkan dalam penggorengan, dan digulung,” jelas Tjahjo Kumolo.

Nah itulah yang dimaksud dengan melawan zona nyaman. Apakah dengan keluar dari zona nyaman akan menjamin keberhasilan seorang ASN? Ada kemungkinan, tetapi tidak ada ada jaminan. Yang pasti kalau tetap di zona nyaman, dijamin anda akan ketinggalan. Mari kita sambut tahun yang baru dengan semangat baru dan inovasi baru.

Di masa mendatang, sistem pelayanan pemerintah secara digital dan virtual, akan banyak mendominasi sistem kerja ASN dalam pelayanan publik guna mengurangi pertemuan tatap muka untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. “Sistem pemerintahan berbasis elektronik dapat meningkatkan produktivitas ASN,” ungkap Menteri Tjahjo.

Reformasi birokrasi diharapkan menghasilkan pelayanan publik prima sehingga di tahun 2021 mendatang, layanan prima harus jadi target utama setiap unit penyelenggara pelayanan. Tentunya melalui langkah kolaboratif, inovatif dan sinergi antara instansi dalam mewujudkan visi Presiden.

Pelayanan optimal di masa pandemi Covid-19 tidak terlepas dari penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, baik bagi masyarakat maupun pemberi layanan. Menteri Tjahjo selalu mengingatkan para ASN dimanapun berada untuk tetap menjadi pelopor dan teladan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

Menteri Tjahjo juga mengajak masyarakat untuk selalu optimis dan menjadikan momentum tahun baru 2021 untuk bersama bangkit mengatasi Covid-19 dan memulihkan ekonomi. Pemberian vaksin Covid-19 pada waktunya tentu akan menjadi harapan baru bagi seluruh ASN dan masyarakat.