Sebelum Pandemi, Pemerintah Sudah Memikirkan Peningkatan Penghasilan ASN

Sebelum Pandemi, Pemerintah Sudah Memikirkan Peningkatan Penghasilan ASN

JAKARTA- Kementerian PANRB berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan serta instansi terkait lainnya telah berupaya melakukan perbaikan tingkat penghasilan PNS, salah satunya dengan pemberian Tunjangan Kinerja bagi PNS di lingkungan Pemerintah Pusat yang berdasarkan capaian reformasi birokrasi di instansinya masing-masing.

“Pemerintah sedari awal sudah memikirkan kenaikan subsidi pensiun dan peningkatan tunjangan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Penerimaan ASN, tiap bulan bisa mencapai minimal rata-rata 9 juta rupiah yang meliputi gaji pokok, tunjangan kinerja dan pendapatan lain seperti penugasan lain dan tugas ke daerah misalnya. Ini pasti ada tiap bulan, tergantung jabatan atau kepangkatan misal eselon I, II atau pejabat fungsional,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, di Jakarta, Selasa (29/12).

Menurut Menteri Tjahjo, sebelum pandemi Covid-19, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebenarnya sudah memikirkan kenaikan subsidi pensiun dan peningkatan bertahap tunjangan kinerja (tunkir) ASN di kementerian atau lembaga. Peningkatan tunkir ASN tergantung dari penilaian akuntabilitas kinerja.  

“Tapi karena pandemi Covid-19, maka prioritas keuangan untuk kebutuhan-kebutuhan terkait subsidi kesehatan dan sosial,” katanya. 

Namun, kata dia, jika pandemi ini selesai, peningkatan bertahap tunkir ASN pastinya akan direalisasikan dengan melihat kemampuan keuangan negara. 

Tiap bulan, ASN minimal bisa menerima penghasilan rata-rata 9 juta rupiah, tergantung jabatan atau kepangkatan misal eselon I, eselon II atau pejabat fungsional.

Komponen penghasilan tersebut di atas masih mengacu pada PP Nomor 7 Tahun 1977 beserta peraturan turunannya yang berdasarkan UU Pokok-Pokok Kepegawaian. Besaran yang diterima oleh PNS tergantung pada tingkatan jabatan, tingkatan pangkat, atau daerah penugasan.

“Tapi, karena ada pandemi Covid-19 maka peningkatan bertahap kesejahteraan ASN tertunda,” ujarnya. 

Menteri Tjahjo meminta agar kondisi ini kiranya dapat dipahami semua ASN. Saat ini yang paling penting, seluruh ASN harus sehat. Harus tetap produktif. Dan, harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Karena tugas utama ASN adalah melayani masyarakat,” katanya.