Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) membahas seleksi CPNS 2019-2020 bersama Komisi II DPR dalam rapat kerja bersama Senin, 20 Jan 2020.
Dalam kata pengantarnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa sesuai dengan arahan Bapak Presiden, mulai tahun 2019 pemerintah fokus pada pembangunan SDM.

Untuk itu, pemerintah melaksanakan rekrutmen dan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan SDM pada bidang pendidikan, kesehatan, dan teknis/profesional lainnya sesuai core business instansi guna menyukseskan pembangunan nasional dan daerah, terutama pembangunan daerah tertinggal, terluar, dan terdepan. Penetapan kebutuhan ASN mengutamakan prinsip zero growth (rekrutmen untuk mengganti jumlah pension namun dikecualikan bagi tenaga Pendidikan dan kesehatan).

Raker tersebut dipimpin oleh Arif Wibowo dari fraksi PDI-Perjuangan. Dia membuka raker pada pukul 10.20 WIB dan terbuka untuk umum. Arif pun memberikan kesempatan kepada pemerintah dalam hal ini Kepala BKN Bima Haria Wibisana dan Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo untuk memberikan penjelasan materi seleksi CPNS 2019-2020.

Lebih lanjut Tjahjo mengatakan “Jenis-jenis formasi CPNS 2019 terdiri dari umum/reguler dan khusus. Untuk formasi khusus terdiri dari: cumlaude, diaspora, putra/I Papua dan Papua Barat, penyandang disabilitas, serta formasi lainnya yang bersifat strategis (cyber security).”  (adm)