SAMBUTAN MENTERI PANRB
PADA PERESMIAN MAL PELAYANAN PUBLIK
KABUPATEN MAGETAN

MAGETAN, 5 APRIL 2021

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Syalom, Om swastiastu,

Namo Budhaya, Salam kebajikan,

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua,

Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat limpahan rahmat dan ridho-Nya lah, pada hari ini kita dapat melaksanakan kegiatan “Peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Magetan”.

Hadirin yang saya hormati,

Pertama saya ingin mengucapkan selamat kepada Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Magetan, karena telah memiliki Mal Pelayanan Pelayanan Publik (MPP). MPP Kabupaten Magetan merupakan MPP yang ke-38 yang telah diresmikan di seluruh Indonesia dan menjadi yang kelima di Jawa Timur.

Tentu, saya mengapresiasi atas upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam membangun MPP ini meskipun di tengah kondisi pandemi. Ini menjadi bukti keseriusan dan semangat melakukan peningkatan kualitas pelayanan publik sebagaimana visi misi Bapak Presiden Jokowi, khususnya untuk mewujudkan pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya.

Tak lupa saya sampaikan rasa prihatin saya kepada masyarakat Magetan atas bencana banjir yang beberapa waktu lalu terjadi, semoga Pemerintah Kabupaten Magetan mampu segera bertindak cepat dalam rangka merespon kesulitan yang dihadapi ratusan warga yang rumahnya terdampak banjir serta segera melakukan perbaikan terhadap sarpras publik yang rusak.

Melalui launching ini, saya berharap MPP yang hadir di Magetan mampu mengakselerasi kinerja ASN penyelenggara pelayanan publik, mengubah wajah birokrasi yang kaku menjadi lebih modern, dan menjadikan birokrasi yang responsif serta akuntabel.

Bapak/Ibu hadirin sekalian,

Visi Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan Indonesia Maju sedang menghadapi ujian yang sangat berat. Pemerintah telah menggunakan berbagai cara dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Pandemi ini telah benar-benar menguras pikiran dan menggugah rasa kemanusiaan kita. Kita patut bersyukur bisa menjadi salah satu negara yang bisa cepat mendapatkan vaksin.

Dalam situasi sulit seperti ini, kita sebagai pemerintah juga perlu konsisten dalam semua program. Selain penanganan pandemi, pemerintah terus berusaha memulihkan ekonomi. Program-program prioritas nasional bantuan insentif bagi masyarakat terdampak pandemi terus dilakukan, terus digulirkan, pembangunan infrastruktur juga terus dijalankan. Dan tentu saja yang kita inginkan adalah penciptaan lapangan kerja yang akan terus kita upayakan.

Sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu kepada para kepala daerah, khususnya Bupati dan Wali Kota, Presiden mengingatkan bahwa penanganan pandemi belum berakhir, resiko penyebaran masih tinggi, tetapi di satu sisi harus ada sektor ekonomi yang perlu digerakkan.

Jangan sampai angka penderita yang melandai membuat kewaspadaan kita lengah. Sejumlah negara seperti India maupun negara-negara Eropa sempat mengalami penurunan jumlah penderita yang signifikan dalam 1 (satu) bulan lalu, tetapi tiba-tiba terjadi ledakan kasus dengan jumlah puluhan ribu per hari. Virus ini tidak terlihat, media yang terdapat virus juga kita tidak tahu. Terlebih dengan munculnya beberapa varian baru virus COVID-19 yang lebih cepat menyebar dan bahkan beberapa tidak terdeteksi oleh tes swab PCR. Poin inilah yang perlu menjadi pembelajaran dan perhatian kita semua agar tetap waspada dan tidak lengah.

Gerakan 3T (Tracing, Testing, Treatment) yang dilakukan pemerintah dan 5 M Covid (Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) yang diterapkan masyarakat, harus betul-betul disiplin dilaksanakan. Kedua hal ini masih merupakan paket dan upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Pengetatan dan disiplin dalam penerapannya akan sangat mempercepat pemulihan pandemi. Vaksin memang sudah ada dan memang sangat bermanfaat untuk perlindungan spesifik, tapi bukan satu-satunya cara pencegahan. Yang berada di garis depan adalah pencegahan kita, masyarakat Indonesia. Kita semua sudah rindu suasana yang normal, berkegiatan seperti sedia kala, dan kehidupan yang tidak dicekam ketakutan.

Hadirin yang saya hormati,

Hadirnya MPP di Magetan juga perlu menjadi karpet merah bagi investasi. Berikan pelayanan yang maksimal kepada investor. Sebab saat ini hanya investasi dan ekspor yang bisa menjadi pengungkit ekonomi disituasi pandemi. Selanjutnya, bantu betul pengembangan UKM, khususnya yang melakukan ekspor, karena potensi UKM sangat besar. Masih banyak UKM yang belum tahu produk yang memiliki nilai keunggulan dan berpotensi untuk di ekspor, termasuk negara mana saja yang bisa menjadi tujuan pasar produk UKM. Kunci ekonomi kita ada 2 (dua) yaitu, investasi dan ekspor, kita tidak bisa selalu mengandalkan APBN yang sangat terbatas.

Tidak lupa juga saya sampaikan bahwa butuh komitmen untuk memperkuat dan menggunakan produk lokal dari masyarakat. Dengan menggunakan produk lokal, maka akan menyelamatkan ekonomi kita dari resesi. Munculnya demand terhadap produk lokal maka akan meningkatkan konsumsi dan memperluas lapangan kerja. Di sinilah MPP juga dapat memberikan kontribusinya, walaupun tidak secara langsung tetapi adanya kemudahan-kemudahan dan kecepatan yang diberikan bisa berdampak positif terhadap perekonomian daerah.

Suatu MPP, mutlak harus memiliki dan menggunakan teknologi informasi dalam menjalankan business process-nya. Penggunaan aplikasi dalam melakukan pekerjaan dan pelayanan wajib digunakan. Terlebih untuk layanan-layanan yang saling terkait satu dan lainnya seperti perizinan. Koordinasi antar dinas harus kita tingkatkan. Bangun sistem yang saling terintegrasi antar OPD, permudah kinerja kita, percepat kinerja kita, dan berikan kepastian kepada masyarakat.

Transformasi digital dan penggunaan teknologi informasi akan menjadi pendukung terhadap kecepatan-kecepatan layanan yang diberikan dalam masa pandemi seperti ini. Pola kerja dan pelayanan yang mulai meminimalisir tatap muka memaksa kita agar segera berkaca dan berbenah. Bagaimanapun, sekarang kita sudah tertinggal dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang pelayanan publik jika dibandingkan dengan negara lain.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, pada rapat terbatas Perencanaan Transformasi Digital, Agustus lalu, Presiden berpesan “bahwa di masa pandemic dan next pandemic telah mengubah secara struktural cara kerja, cara beraktifitas, cara berkonsumsi, cara belajar, cara bertransaksi yang sebelumnya offline dengan kontak fisik menjadi lebih banyak ke online dan digital. Perubahan perilaku masyarakat seperti ini perlu segera diantisipasi, disiapkan, direncanakan secara matang”.

Saudara tamu undangan sekalian,

Kehadiran MPP diharapkan menjadi kunci untuk menopang kenaikan target tersebut. Selain itu, MPP juga diharapkan membawa dampak positif kepada pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing daerah. MPP juga harus bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan tentunya mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Saya pun mengingatkan bahwa MPP harus bisa menghilangkan ego sektoral antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), antar instansi, serta bisa membangun kerja sama, bangun budaya melayani, dan menjadi simbol bahwa pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan prima. Tetap-lah berinovasi untuk dapat memberi pelayanan prima kepada masyarakat.

Hadirin yang saya hormati,

Pembentukan MPP dibutuhkan komitmen pimpinan yang kuat, karena melibatkan berbagai instansi vertikal dari kementerian maupun lembaga, BUMN/BUMD, serta swasta. Tantangan yang dihadapi tentunya beragam, dan berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat lainnya.

Namun demikian, tantangan setelah MPP terbentuk yaitu bagaimana mempertahankan eksistensi dari mal itu sendiri, dan bagaimana dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat agar lebih baik lagi dari sebelumnya.

Saya ucapkan selamat atas diresmikannya Mal Pelayanan Publik Kabupaten Magetan, semoga MPP ini memberikan manfaat luas bagi kepentingan masyarakat. Saya juga berharap agar MPP Kabupaten Magetan dapat menjadi role model dan menularkan ilmunya bagi daerah lain mengingat saat ini banyak daerah yang sedang berlomba-lomba untuk mendirikan Mal Pelayanan Publik di daerahnya masing-masing.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Menteri PANRB – Tjahjo Kumolo