Jakarta- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Tjahjo Kumolo menyerukan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjabarkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Setiap ASN tanpa terkecuali, harus berpegang teguh pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. “Kemenpan-RB terinspirasi dan mengembangkan seruan Gubernur DIY, Sultan HB X. Tidak hanya lagu Indonesia Raya, tetapi juga pembacaan teks Pancasila,” ujar Tjahjo.

Sebelumnya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menerbitkan Surat Edaran (SE) Gubernur DIY Nomor 29/SE/V/2021 tentang Memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Hal ini bertujuan dalam rangka meningkatkan semangat nasionalisme, serta demi memperkuat persatuan dan kesatuan NKRI.

“Kegiatan ini dilakukan dengan tidak mengganggu jalannya pemerintahan ataupun mengurangi kualitas dan kelancaran pelayanan kepada masyarakat,” ujar Tjahjo.

“Seluruh pegawai di kantor jam 10.00 tepat, berdiri dengan sikap sempurna di tempat kerja masing-masing untuk mendengarkan/menyanyikan Indonesia Raya dan mengikuti pembacaan teks Pancasila. Mulai minggu ini sampai sebulan ke depan akan dilaksanakan di kantor Kemenpan-RB. Awal bulan Juli, dicoba diimbau di seluruh kantor kementerian/lembaga/pemda,” kata Menteri Tjahjo di Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Apel pagi juga wajib dilaksanakan setiap Senin pukul 08.00 WIB. Diikuti oleh seluruh pejabat pimpinan dan pegawai kementerian/lembaga/pemda. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual dan fisik terbatas. Rangkaian apel berupa pengibaran bendera Merah Putih; hormat kepada bendera Merah Putih; menyanyikan Indonesia Raya; pembacaan teks Pancasila; pembacaan Ikrar Korpri; pengarahan pembina upacara; dan doa bersama.

Tjahjo pun meminta segenap pihak agar berani melawan kelompok atau individu yang hendak mengganti Pancasila sebagai dasar negara. ASN yang berjumlah 4,2 juta harus menangkal penyusupan paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila. “Jangan biarkan ideologi transnasional radikal tumbuh subur di kalangan ASN,” tegas Tjahjo.

Sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2021, ideologi transnasional radikal kini cenderung semakin mudah menyebar ke seluruh kalangan. Penyebaran ideologi transnasional tersebut bisa melampaui standar normal.

“Bapak Presiden  sampaikan bahwa kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi,” imbuh Menteri Tjahjo Kumolo.