JAKARTA- Covid-19 merupakan ujian bagi segenap Bangsa Indonesia. Kehadirannya yang dalam sekejap, telah dengan cepat memenuhi ruang-ruang ketakutan publik. Ketakutan yang seolah menemui momentumnya pada angka-angka statistik korban Covid-19 yang lajunya seolah sulit berhenti. Pada waktunya, Covid-19 telah menghisap habis energi segenap elemen bangsa.

Namun dalam ketentuan Tuhan, juga sebagaimana diperlihatkan sejarah, setiap ujian musibah yang hadir, selain menghadirkan kesedihan yang menjatuhkan, dibaliknya tersimpan lipatan kelegaan yang memberi ruang pada energi kebangkitan. Oleh sebab itu, selain bekerja bersama untuk menghadapi Covid-19, kita juga harus dapat membuka ruang kebangkitan yang masih tersembunyi dibalik lipatan itu.

Sebagai bagian dari elemen bangsa yang mengemban amanah sebagai penyelenggara negara, Aparatur Sipil Negara (ASN) diharap turut ambil peran dalam meniti jalan membalik kejatuhan menjadi kebangkitan.

Covid-19 yang Menyibak dan Meluruhkan.

Kehadiran Covid-19 memang telah memukul sendi-sendi kedaulatan kita sebagai bangsa dan negara. Pukulan itu tentu miliki daya rusak yang merubah bentuk dan menghasilkan rasa sakit yang sama. Namun kesamaan terhadap rasa sakit itu tak sama dengan sikap balik dan sudut pandang kita dalam memaknai Covid-19. Masing-masing dari kita, bahkan dikalangan dalam ASN, berbeda pandang dan sikap dalam melihat Covid-19.

Kesan yang nampak kemudian, seperti ada gejala pembelahan ASN ke dalam dua kutub: mereka yang mendukung dan mereka yang kecewa terhadap langkah-langkah yang diambil Pusat dan Daerah. Hal demikian patut direnungkan karena seharusnya ASN, baik Pusat maupun Daerah, sebagai satu kesatuan anatomi birokrasi, dapat menunjukkan kekompakkan yang serempak. Menampilkan kesatuan bentuk sikap dan kesatuan makna tindak.

Atas dasar fenomena itu, Covid-19 pada sebagian sisinya, dapat dimaknai sebagai penyibak tirai persoalan klasik ASN: kesetiaan dan kesatuan. Covid-19 membantu meluruhkan segala bentuk loyalitas yang tidak orisinil terhadap sebagian ASN. Pada bagian ini, sebagai proses menempuh jalan mereformasi birokrasi, Covid-19 telah “merubah bentuk” menjadi alat uji kesetiaan dan kesatuan ASN baik di Pusat maupun Daerah.

Mesin yang Menggerakkan.

ASN harus membangun keterpaduan pandangan dan sikap dalam menyikapi Covid-19. Keterpaduan itu dapat ditampakkan dengan penerimaan yang sigap dalam mengadministrasi sekaligus mengoperasionalisasikan setiap kebijakan pemerintah terkait pencegahan Covod-19. ASN menjadi lapisan paling luar yang memudahkan masyarakat dalam mengidentifikasi hadirnya negara dalam masa-masa sulit ini.

Dengan hadirnya ASN, maka jalan menuju kebangkitan terasa lebih terlihat. Itu disebabkan oleh penerimaan rakyat terhadap kinerja ASN menjadi pintu bagi terbukanya legitimasi untuk kita. Dengan legitimasi yang kuat, maka ASN bersama masyarakat dapat menghidupkan mesin untuk menghasilkan energi kebangkitan! BERSAMA, KITA BISA PERANGI VIRUS CORONA.

Akhirnya marilah kita biasakan hindari budaya saling menyalahkan!  Lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan kehidupan berbangsa & bernegara.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT-Tuhan Yang Maha Kuasa.

MENPANRB-TJAHJO KUMOLO

Jakarta- Senin/23-03-2020

BacaJuga:MEMPERKUAT ASN YANG INOVATIF PROFESIONAL