Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Infeksi Covid-19

JAKARTA-  Upaya deteksi dini kesehatan di lingkungan kerja Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) guna mengantisipasi penyebaran virus Corona telah dilakukan sejak  Senin (2/3/2020). Tim kesehatan Kementerian PANRB memeriksa suhu tubuh seluruh pegawai, tamu-tamu hingga Menteri Tjahjo Kumolo sendiri pun tak luput untuk diperiksa.

Pemeriksaan suhu tubuh (thermal screening) merupakan salah satu upaya preventif dan antisipatif untuk mencegah wabah virus Corona. Pemeriksaan suhu tubuh ini rencananya akan terus dilakukan hingga Kementerian Kesehatan menyatakan penye-baran virus telah dapat diatasi.
Pemeriksaan suhu ini baru tahap paling awal untuk mengetahui kondisi kesehatan pegawai, tidak semua individu dengan suhu badan di atas normal dapat dipastikan terserang virus COVID-19.
Dalam amanatnya saat upacara bendera di halaman Kantor Kementerian PANRB Senin 09/03/2020, Menteri Tjahjo telah berpesan untuk selalu menjaga kesehatan dan stamina agar dapat terbebas dari berbagai macam penyakit terutama ditengah merebaknya virus corona. ASN agar menjalankan gaya hidup sehat dan mengikuti SOP pencegahan yang sudah dikeluarkan Kementerian Kesehatan.
“Sebar_luaskan informasi kesehatan, jangan ikut-ikutan menyebarkan informasi yang menjadikan keresahan dan kepanikan.”

Langkah antisipatif lainnya, Kementerian PANRB juga memberikan 14 hari masa jeda bagi pegawai yang baru saja kembali dari tugas belajar di negara terjangkit virus Corona. Inisiatif ini diambil sebagai perlindungan terhadap pegawai yang bersangkutan maupun pegawai lainnya.

Menteri Tjahjo Kumolo pada hari Minggu 15/03, telah memberikan pernyataan bahwa untuk mencegah penyebaran COVID-19, ASN dibolehkan bekerja dari rumah. Dengan adanya kebijakan ini, Tjahjo memerintahkan seluruh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk menetapkan mekanisme kerja yang akuntabel yang memungkinkan pegawai bekerja dari rumah. Berdasarkan mekanisme kerja tersebut, PPK melakukan asesmen dan menetapkan siapa pegawai yang bisa bekerja dari rumah dan siapa yang tetap harus masuk kantor.

Lebih lanjut, Tjahjo memerintahkan PPK untuk memastikan seluruh layanan publik tetap berjalan dengan baik. Selain itu, ia memastikan tunjangan kinerja pegawai tetap diberikan sesuai hak pegawai meski tidak masuk kantor.

Menpan RB juga mengimbau agar masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L) diharapkan terus mengikuti pernyataan resmi pemerintah dan dapat menjabarkan dalam kebijakan dilingkungannya masing-masing. 

Dia juga meminta agar tidak membeli barang seperti masker dan hand sanitizer secara berlebihan supaya tidak merugikan pihak yang membutuhkan.

“Upaya yang dilakukan sebenarnya tidak hanya pemeriksaan suhu tubuh, melainkan menyebarluaskan informasi kesehatan, kebersihan di area kantor kita tingkatkan, cairan pembersih tangan juga harus disiapkan di beberapa titik,” ujarnya.

“Kenali sumber penularan, cuci tangan dengan sempurna, hindari menyentuh bagian wajah, hidung, atau mulut, serta memproteksi diri saat berada di lokasi keramaian. Yang terpenting jangan panik, karena panik dan stres yang berlebihan justru akan menurunkan daya tahan tubuh,” imbuh dia. (adm)

Bacajuga: PERNYATAAN MENPANRB TERKAIT KEWASPADAAN DAN PENCEGAHAN PENYEBARAN INFEKSI COVID-19