Hingga hari ini, bangsa kita masih berjuang menghadapi Covid-19. Hingga hari ini pula, dukungan dari segenap elemen bangsa mengalir deras dari berbagai mata air kepedulian. Aliran dukungan itu bergerumul, menghimpun diri dalam gulungan ombak persaudaraan yang berdaya memecah karang persoalan.

Gerak kerumun persaudaraan yang terbangun karena Covid-19 menyerupai fenomena crown shyness, karena manusia memiliki kepekaan untuk menjaga dirinya dari bahaya. Crown shyness merupakan peristiwa dimana tumbuh-tumbuhan yang sebelumnya saling bersentuhan menjadi berjarak. Jarak yang kemudian menciptakan celah-celah yang berpola di antara dedaunan. Dari tanah, menengadah ke atas, kita dapat saksikan meski dedaunan dan ranting masing-masing tumbuhan berjarak, mereka tetap memvisualisasikan persatuan di antara mereka. Pohon atau tumbuhan yang mengalami fenomena Crown Shyness, memiliki sifat peka untuk melindungi dirinya agar tidak tertular hama. Itulah sebabnya dedaunan yang ada di cabang paling atas berusaha menahan diri agar tidak menyentuh bagian daun dari tumbuhan yang berbeda. Seolah mereka sudah mengetahui bahaya yang akan didapatkan jika bersentuhan dengan pohon yang berhama tersebut.

AMBIL PERAN

Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mampu membaca gerak dinamika di masyarakat. Juga perlu menghidupkan alarm sensitifitasnya pada keadaan. Dengan begitu, ASN akan dapat menyelami suasana kebathinan dan memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Disamping tugas pokok sebagai pelayan publik, kepedulian dan peran aktif ASN sangat diperlukan dalam masa-masa seperti sekarang ini.

ASN, dengan jumlahnya yang empat jutaan, merupakan komponen potensial yang diisi oleh ragam keahlian. Oleh sebab itu ASN harus hidup. Hidup untuk tetap bergerak menjalankan fungsi penyelenggaraan pemerintahan. Hidup untuk menjadi mesin penggerak kebangkitan bersama masyarakat.

Dalam masa-masa ini, terlebih dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan Darurat Sipil, jangan ditafsir ke arah situasi yang mencekam seolah tidak ada jalan keluar, ASN dituntut menjadi pemersatu sekali-gus mewakafkan dirinya untuk menjadi pipa-pipa kapiler dalam upaya mencari jalan keluar terhadap persoalan saat ini.

Harum Kebangkitan Di Ujung Krisis

Semoga, bangsa kita dapat melalui masa-masa ini dengan baik. Keyakinan terhadap harapan harus tetap tersemai dalam hati dan pikiran kita. Dengan begitu, kita akan dapat terus bergerak.

Terakhir, Work From Home bagi ASN, haruslah tetap bisa produktif sesuai dengan tugas pokok masing-masing, meski bekerja dari rumah. Gunakan kesempatan ini untuk benar-benar mengimplementasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), meskipun kesiapan masing-masing instansi berbeda-beda.

Dalam masa krisis ini, boleh lah kita merindukan petrikor atau aroma hujan ketika pertama kali jatuh di atas tanah yang kering. Aromanya yang khas menjadi penanda atas berakhirnya suatu masa yang kering nan panas menjadi masa yang penuh kesejukan yang dialiri oleh keberkahan.

BERSAMA, KITA BISA PERANGI VIRUS CORONA.

TJAHJO KUMOLO-MENPANRB

Jakarta- Senin/30-03-2020

BacaJuga: MEMPERKUAT ASN YANG INOVATIF PROFESIONAL (2)